Kamis, 17 Oktober 2013

3. Konsepsi Ilmu Budaya Dasar dalam Kesusastraan

NAMA               : FAROUQ FATHURRAHMAN
KELAS              : 1PA13
NPM                  : 13513270



A.      Pendekatan Kesusastraan

Ilmu Budaya Dasar pada kali ini berkaitan dengan budaya yang ada dalam keseharian dan budaya bangsa. Ada istilah Humanities yang berasal dari bahasa latin yaitu, manusiawi, berbudaya, dan halus. Hal ini tentunya sangat baik jika kita pelajar, karna kita akan mendapatkan ciri dari manusia yang baik dalam bermasyarakat. Istilah Humanities berkaitan dengan cabang-cabang ilmu lainnya seperti filsafat, teologi, seni, dan cabang-cabangnya termasuk satra, sejarah, cerita rakyat, dsb. Dari semua itu intinya adalah mempelajari masalah manusia dan kebudayaan. Contohnya saja dalam bidang kesenian, seni adalah suatu ekspresi dari jiwa manusia. Segala kebebasan hasil karya dari manusia bebas dituangkan dalam ekspresi seni. Seni lebih berbicara banyak dalam kebudayaan, bahkan budaya dapat menggambarkan ciri dari suatu bangsa yang bermartabat.

B.       Ilmu Budaya Dasar yang Dihubungkan dengan Prosa
1.    Pengertian Prosa
Prosa berasal dari bahasa latin "prosa" yang artinya "terus terang", yang merupakan karya sastra yang disusun dalam bentuk cerita secara bebas, yang tidak terikat rima dan irama. Jenis tulisan prosa biasanya digunakan untuk mendeskripsikan suatu fakta atau ide. Karenanya, prosa dapat digunakan untuk surat kabar, majalah, novel, ensiklopedia, surat, serta berbagai jenis media lainnya.
2.    Jenis-jenis prosa:
1.     Dongeng
      Dongeng merupakan cerita yang banyak diwarnai peristiwa yang tidak masuk akal atau tidak mungkin terjadi. Contoh: Pangeran Buruk Rupa, Si Kancil dan Buaya
2.      Cerpen
      Cerpen adalah karangan pendek yang berbentuk prosa.
3.      Novel
Novel adalah karya imajinatif yang mengisahkan sisi utuh atas problematika kehidupan seseorang atau beberapa orang tokoh.
4.      Biografi
Biografi adalah riwayat yang ditulis oleh orang lain.
5.      Esai
Esai merupakan karangan yang berisi ujaran populer dan dengan pola penyajian yang bersifat santai. Ulasan-ulasannya bersifat pribadi, akrab, dan asyik dibaca layaknya obrolan biasa.
6.      Kritik
Kritik merupakan tanggapan atau pertimbangan atas baik buruknya suatu karya (puisi, cerepn, drama, dsb). Kritik biasanya disertai dengan analisis dan kesimpulan-kesimpulan.
7.      Artikel
Artikel adalah karya tulis lengkap yang dimuat di koran, majalah, atau internet.
3.      Komponen dalam prosa lama:
1. Pantun adalah bentuk puisi yang terdiri atas empat baris yang bersajak bersilih dua-dua (pola ab-ab), dan biasanya, tiap baris terdiri atas empat perkataan.
2. Gurindam adalah puisi Melayu lama yang terdiri dari dua larik (baris), mempunyai irama akhir yang sama dan merupakan satu kesatuan yang utuh.
3. Mantera adalah merupakan satu daripada genra puisi Melayu tradisional yang diwarisi sejak zaman primitif, prasejarah, animisme.
4. Talibun adalah sejenis puisi lama seperti pantun karena mempunyai sampiran dan isi, tetapi lebih dari 4 baris ( mulai dari 6 baris hingga 20 baris).
5. Sage merupakan cerita lama yang berhubungan dengan sejarah, yang menceritakan keberanian, kepahlawanan, kesaktian dan keajaiban seseorang.
4.      Komponen dalam prosa baru:
1. Novel adalah sebuah karya fiksi prosa yang tertulis dan naratif, biasanya dalam bentuk cerita. Penulis novel disebut novelis. Kata novel berasal dari bahasa italia novella yang berarti "sebuah kisah, sepotong berita".
2. Biografi adalah kisah atau keterangan tentang kehidupan seseorang. Sebuah biografi lebih kompleks daripada sekedar daftar tanggal lahir atau mati dan data-data pekerjaan seseorang, biografi juga bercerita tentang perasaan yang terlibat dalam mengalami kejadian-kejadian tersebut.
3. Cerpen adalah cerita yang berbentuk naratif. Jadi cerpen bukan argumentasi atau analisa atau deskripsi.
4. Drama adalah satu bentuk karya sastra yang memiliki bagian untuk diperankan oleh aktor. Kosakata ini berasal dari bahasa yunani yang berarti "aksi", "perbuatan".
5. Soneta adalah salah satu bentuk sastra baru yang berasal dari Italia. Soneta masuk kedalam sastra Indonesia baru.

C.      Nilai - Nilai Dalam Prosa Fiksi
Prosa fiksi adalah prosa yang menggambarkan cerita, sehingga di dalamnya pasti ada pesan moral yang ingin disampaikan. Adapaun nilai-nilai yang dapat diperoleh pembaca melalui prosa fiksi antara lain adalah :
1. Nilai penikmatan atau menyenangi. Tindakan operasionalnya pada tahap ini adalah misalnya membaca karya sastra (puisi maupun novel}, menghadiri acara deklamasi, dan sebagainya.
2.  Nilai penghargaan. Tindakan operasionalnya, antara lain, melihat kebaikan, nilai, atau manfaat suatu karya sastra, dan merasakan pengaruh suatu karya ke dalam jiwa, dan sebagainya.
3. Nilai pemahaman. Tindakan opersionalnya adalah meneliti dan menganalisis unsur intrinsik dan unsur ektrinsik suatu karya: astra, serta berusaha menyimpulkannya.
4. Nilai penghayatan. Tindakan operasionalnya adalah rnenganalisis lebih lanjut akan suatu karya, mencari hakikat atau makna suatu karya beserta argumentasinya, membuat tafsiran dan menyusun pendapat berdasarkan analisis yang telah dibuat.
5. Nilai penerapan. Tindakan operasionalnya adalah mclahirkan ide baru, mengamalkan penemuan, atau mendayagunakan hasil operasi dalam mencapai material, moral, dan struktural untuk kepentingan sosial, politik, dan budaya.

D.      Ilmu Budaya Dasar yang Dihubungkan dengan Puisi
Puisi adalah bagian dari sastra yang berisi ekspresi pengalaman penyair mengenai dirinya, alam, kehidupannya, Tuhannya memalui bahasa yang artistik, estetik, utuh, dan dipadatkan,
Keartistikan puisi disebabkan oleh kreatifitas penyair dalam membangun puisinya dengan menggunakan :
1.    Figura Bahasa, seperti gaya personifikasi, metafora, perbandingan, sarkastik, dan lain-lain dengan tujuan memberikan gambaran dengan jelas kepada pembacanya.
2.    Kata-kata yang ambigu atau memiliki banyak tafsir, sehingga setiap orang bisa menafsirkan dengan banyak hal.
3.    Kata-kata yang berjiwa, yaitu kata-kata yang berisi perasaan, sehingga terasa hidup,
4.    Kata-kata yang konotatif, yaitu kata-kata yang sudah diberi tambahan tertentu, dengan tujuan memberikan kehidupan pada puisi.
5.    Pengulangan, berfungsi untuk menegaskan, dan menggugah hati.

Alasan-alasan mengapa puisi dimasukkan ke dalam ilmu budaya antara lain :
1. Hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia
Pada dasarnya puisi berisi pengalaman hidup penyair. Dengan memperlajari puisi, seseorang dapat menghubungkan pengalaman pribadinya dengan pengalaman penyair yang dituangkan dalam puisinya.
2. Puisi dengan keinsyafan/ kesadaran individual
Puisi berisi curahan hati penyairnya, sehingga apa yang dikeluarkan oleh hati, akan diterima pula oleh hati.
3. Puisi dan keinsyafan sosial
Banyak puisi yang menggambarkan kehidupan sosial manusia, baik kritik, pujian, sarkastik, dll. Secara imajinatif,biasanya puisi menggambarkan suasana penderitaan/ketidakadilan, perjuangan, konflik dengan sesama, pemberontakan terhadap hukum Tuhan, cinta kasih, dll.

Sumber:
http://rahmataliyatendra.blogspot.com/2012/03/pendekatan-kesusastraan.html
http://nataliashintia14.blogspot.com/2012/10/bab-3-manusia-dan-pendekatan.html
http://rikotaurus.blogspot.com/2012/04/pendekatan-kesusastraan_25.html

2. Manusia dan Kebudayaan

NAMA               : FAROUQ FATHURRAHMAN
KELAS              : 1PA13
NPM                 : 13513270



A. Pengertian Manusia
Manusia adalah makhluk ciptaan Allah Subhanallahu wata’ala yang paling sempurna dibandingkan dengan makhlik lainnya karena manusia mempunyai akal dan pikiran untuk berfikir secara logis dan dinamis, dan dapat menahan diri dengan perbuatan yang tidak dilakukan, dan manusia pun dapat memilih mana perbuatan yang baik (positif) atau buruk (negatif) bagi diri sendiri. Bukan hanya itu saja, pengertian manusia secara umum adalah manusia sebagai makhluk pribadi dan makhluk sosial, karena manusia tidak dapat hidup sendiri tetapi manusia perlu bantuan dari orang lain.

B. Pengertian Hakikat Manusia
Hakikat manusia adalah sebagai berikut :
- Makhluk yang memiliki tenga dalam yang dapat menggerakkan hidupnya untuk memenuhi kebutuhan - kebutuhannya.
- Individu yang memiliki sifat rasional yang bertanggung jawab atas tingkah laku intelektual dan sosial.
- Individu yang mampu mengarahkan dirinya ke tujuan yang positif mampu mengatur dan mengontrol dirinya dan mampu menentukan nasibnya.
- Makhluk yang dalam proses menjadi berkembang dan terus berkembang tidak pernah selesai (tuntas) selama hidupnya.
- Individu yang dalam hidupnya selalu melibatkan dirinya dalam usaha untukmewujudkan dirinya sendiri, membantu orang lain dan membuat dunia lebih baik untuk di tempati.
- Suatu keberadaan yang berpotensi yang perwujudanya merupakan ketakterdugaan dengan potensi yang tak terbatas
- Makhluk Tuhan yang berarti ia adalah makhluk yang mengandung kemungkinan baik dan jahat.
-  Individu yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan turutama lingkungan sosial, bahkan ia tidak bisa berkembang sesuai dengan martabat kemanusaannya tanpa hidup di dalam lingkungan sosial

C. Kepribadian Bangsa Timur
Bangsa timur adalah bangsa yang dikenal sangat baik dan ramah, mempunyai sifat toleransi yang tinggi dan saling tolong menolong. Kepribadian bangsa timur berbeda dengan kepribadian bangsa barat yaitu dari segi wilayah, lingkungan, gaya hidup, kebudayaan dan bahkan dari kebiasaannya. 

Pada dasarnya masyarakat daerah timur dengan contoh Indonesia, sangat terbuka dan toleran terhadap bangsa lain, tetapi selama masih sesuai dengan norma, etika dan adat istiadatnya. 

Masyarakat bangsa timur juga sangat terbuka dengan kebudayaan - kebudayaan asing yang masuk ke negara mereka. Kebudayaan - kebudayaan asing yang dapat dengan mudah diterima oleh masyarakat timur yaitu sesuatu hal seperti peralatan yang sangat mudah dipakai dan dirasakan sangat bermanfaat bagi masyarakat yang menerimanya. Contohnya : Handphone, Komputer, dan lain-lain.

Namun, tidak semua kebudayaan - kebudayaan asing yang bisa diterima oleh bangsa timur, seperti Indonesia. Ada juga kebudayaan-kebudayaan asing yang sulit diterima oleh bangsa timur. Contohnya seperti :
1. Unsur-unsur yang menyangkut kepercayaan seperti ideologi, falsafah hidup dan lain -lain.
2. Unsur-unsur yang dipelajari pada taraf pertama proses sosialiasi.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi diterima atau tidaknya kebudayaan kebudayaan asing tersebut, seperti :
1. Terbatasnya masyarakat yang memiliki hubungan atau kontak dengan kebudayaan dan orang - orang yang berasal dari luar masyarakat tersebut.
2. Jika pandangan hidup dan nilai yang dominan dalam suatu kebudayaan ditentukan oleh nilai-nilai agama.
3.    Corak struktur sosial suatu masyarakat.
4. Memiliki/mempunyai landasan-landasan unsur kebudayaan.


D. Pengertian Kebudayaan
Secara etimologis kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta “budhayah”, yaitu bentuk jamak dari budhi yang berarti budi atau akal. Sedangkan ahli antropologi yang memberikan definisi tentang kebudayaan secara sistematis dan ilmiah adalah E.B. Tylor dalam buku yang berjudul “Primitive Culture”, bahwa kebudayaan adalah keseluruhan kompleks yang di dalamnya terkandung ilmu pengetahuan lain, serta kebiasaan yang didapat manusia sebagai anggota masyarakat.

Pada sisi yang agak berbeda, Koentjaraningrat mendefinisikan kebudayaan sebagai keseluruhan manusia dari kelakuan dan hasil kelakuan yang teratur oleh tata kelakuan yang harus didapatkanya dengan belajar dan yang semuanya tersusun dalam kehidupan masyarakat.

Dari beberapa pengertian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia untuk memenuhi kehidupannya dengan cara belajar, yang semuanya tersusun dalam kehidupanan masyarakat.


E. Unsur – Unsur Kebudayaan
Koentjaraningrat (1985) menyebutkan ada tujuh unsur-unsur kebudayaan. Ia menyebutnya sebagai isi pokok kebudayaan. Ketujuh unsur kebudayaan tersebut adalah :
1. Kesenian 
Setelah memenuhi kebutuhan fisik manusia juga memerlukan sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan psikis mereka sehingga lahirlah kesenian yang dapat memuaskan.
2. Sistem teknologi dan peralatan
Sistem yang timbul karena manusia mampu menciptakan barang – barang dan sesuatu yang baru agar dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membedakan manusia dengam makhluk hidup yang lain.
3. Sistem organisasi masyarakat
Sistem yang muncul karena kesadaran manusia bahwa meskipun diciptakan sebagai makhluk yang paling sempurna namun tetap memiliki kelemahan dan kelebihan masing – masing antar individu sehingga timbul rasa utuk berorganisasi dan bersatu.
4. Bahasa
Sesuatu yang berawal dari hanya sebuah kode, tulisan hingga berubah sebagai lisan untuk mempermudah komunikasi antar sesama manusia. Bahkan sudah ada bahasa yang dijadikan bahasa universal seperti bahasa Inggris.
5. Sistem mata pencaharian hidup dan sistem ekonomi
Sistem yang timbul karena manusia mampu menciptakan barang – barang dan sesuatu yang baru agar dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membedakan manusia dengam makhluk hidup yang lain.
6. Sistem pengetahuan
Sistem yang terlahir karena setiap manusia memiliki akal dan pikiran yang berbeda sehingga memunculkan dan mendapatkan sesuatu yang berbeda pula, sehingga perlu disampaikan agar yang lain juga mengerti.
7. Sistem religi

Kepercayaan manusia terhadap adanya Sang Maha Pencipta yang muncul karena kesadaran bahwa ada zat yang lebih dan Maha Kuasa.
F. Wujud Kebudayaan
Menurut J.J. Hoenigman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga: gagasan, aktivitas, dan artefak.
1. Gagasan (Wujud ideal)
Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan,nilai-nilai,norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak tidak dapat diraba atau disentuh. Wujud kebudayaan ini terletak dalam kepala-kepala atau di alam pemikiran warga masyarakat. Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan mereka itu dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam karangan dan buku-buku hasil karya para penulis warga masyarakat tersebut.
2. Aktivitas (tindakan)Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak, serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan.
3.Artefak (karya)
Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret di antara ketiga wujud kebudayaan. Dalam kenyataan kehidupan bermasyarakat, antara wujud kebudayaan yang satu tidak bisa dipisahkan dari wujud kebudayaan yang lain. Sebagai contoh: wujud kebudayaan ideal mengatur dan memberi arah kepada tindakan (aktivitas) dan karya (artefak) manusia.
G. Orientasi Nilai Budaya
Menurut C.Kluckhon dalam karyanya Variation in Value Orientation(1961) sistem nilai budaya dalam semua kebudayaan di dunia, universal memiliki 5masalah pokok kehidupan manusia yaitu:
1.      Hakikat Hidup manusia
      Hakikat hidup untuk setiap kebudayaan berbeda secara ekstem : ada yang berusaha
      memadamkan hidup, adapula dengan pola-pola kelakuan tertentu menganggap hidup
      sebagai suatu hal yang baik.
2.      Hakikat karya Manusia
Setiap budaya Hakikatnya berbeda-beda, diantaranya ada yang beranggapan bahwa
karya bertujuan untuk hidup, karya memeberikan kehormatan dan tahta, karya
merupakan gerak hidup untuk menambah karya lagi.
3.      Hakikat Waktu manusia
Hakikat waktu untuk setiap kebudayaan berbeda; ada yang berpandangan
mementingkan orientasi masa lampau, ada yang berorientasi pada masa kini, ada pula
yang masa depan.
4.      Hakikat alam manusia
Ada kebudayaan yang menganggap manusia harus mengeksploitasi alam danmemanfaatkan alam sebaik mungkin. Ada juga yang menganggap manusia harus selaras dengan alam dan menyerah pada alam.
5.      Hakikat hubungan Manusia
Dalam hal ini da yang mementingkan hubungan manusia dengan manusia, adpula yang
berpandangan individualis.
H. Perubahan Kebudayaan
Pengertian perubahan kebudayaan adalah suatu keadaan dalam masyarakat yang terjadi karena ketidak sesuaian diantara unsur-unsur kebudayaan yang saling berbeda sehingga tercapai keadaan yang tidak serasi fungsinya bagi kehidupan.
Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan kebudayaan :
1. Faktor Internal
    - Perubahan Demografis
    - Konflik sosial
    - Bencana alam
    - Perubahan lingkungan alam 
2. Faktor eksternal
    - Perdagangan
    - Penyebaran agama
    - Peperangan 
I. Kaitan Manusia dan Kebudayaan


Manusia dan kebudayaan merupakan salah satu ikatan yang tak bisa dipisahkan dalam kehidupan ini. Manusia sebagai makhluk Allah yang paling sempurna menciptakan kebudayaan mereka sendiri dan melestarikannya secara turun menurun. Budaya tercipta dari kegiatan sehari hari dan juga dari kejadian – kejadian yang sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa.
Budaya tercipta atau terwujud merupakan hasil dari interaksi antara manusia dengan segala isi yang ada di alam raya ini. Manusia di ciptakan oleh tuhan dengan dibekali oleh akal pikiran sehingga mampu untuk berkarya di muka bumi ini dan secara hakikatnya menjadi khalifah di muka bumi ini. Disamping itu manusia juga memiliki akal, intelegensia, intuisi, perasaan, emosi, kemauan, fantasi dan perilaku.Dengan semua kemampuan yang dimiliki oleh manusia maka manusia bisa menciptakan kebudayaan.
Ada hubungan dialektika antara manusia dan kebudayaan. Kebudayaan adalah produk manusia, namun manusia itu sendiri adalah produk kebudayaan. Dengan kata lain, kebudayaan ada karena manusia yang menciptakannya dan manusia dapat hidup ditengah kebudayaan yang diciptakannya. Kebudayaan akan terus hidup manakala ada manusia sebagai pendudukungnya Manusia.





Sumber:
http://ratrismart.blogspot.com/2010/04/pengertian-manusia.html
http://pakguruonline.pendidikan.net/buku_tua_pakguru_dasar_kpdd_12.html
http://rifqizulfari.blogspot.com/2012/10/kepribadian-bangsa-timur.html
http://anwarabdi.wordpress.com/2013/04/07/ibd-pengertian-kebudayaan/
http://yanuirdianto.wordpress.com/2013/03/10/96/
http://adeadangsuryana.wordpress.com/tag/orientasi-nilai-budaya/
http://www.elearning.gunadarma.ac.id/index.php?option=com_wrapper&Itemid=36
http://wpcatur.wordpress.com/2012/11/20/orientasi-nilai-budaya-perubahan-kebudayaan-dan-kaitan-manusia-dan-kebudayaan/
http://rekianmaulana.blogspot.com/2013/04/manusia-dan-kebudayaan_8141.html

Minggu, 06 Oktober 2013

1. Ilmu Budaya Dasar Sebagai Salah Satu MKDU

NAMA        : Farouq Fathurrahman
KELAS       : 1PA13
NPM          : 13513270

A.  Pengertian Ilmu Budaya Dasar


Apakah kalian tahu apa yang dimaksud dengan ilmu budaya dasar?
Ilmu budaya dasar adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang dasar-dasar kebudayaan, dan memang budaya merupakan salah satu jiwa dari nilai-nilai yang ada di masyarakat.
Istilah ilmu budaya dasar dikembangkan petama kali di Indonesia sebagai pengganti istilah “Basic Humanitiesm” yang berasal dari istilah bahasa Inggris “the Humanities”. Adapun istilah humanities itu sendiri berasal dari bahasa latin “humanus” yang astinya manusia, berbudaya dan halus. Dengan mempelajari the humanities diandaikan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa the humanities berkaitan dengan nilai-nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya. Agar manusia menjadi “humanus”, mereka harus mempelajari ilmu yaitu the humanities disamping tidak meninggalkan tanggung jawabnya yang lain sebagai manusia itu sendiri.

B.  Tujuan Ilmu Budaya Dasar

Dari keterangan di atas, kita telah mengetahui apakah pengertian dari ilmu budaya dasar. Sekarang apakah kalian tahu tujuan ilmu budaya dasar itu?
Secara umum tujuan IBD adalah pembentukan dan pengembangan kepribadian serta perluasan wawasan perhatian, pengetahuan dan pemikiran seseorang mengenai berbagai gejala yang ada dan timbul dalam lingkungan, khususnya gejala-gejala yang berkenaan atau yang berhubungan dengan kebudayaan dan kemanusiaan agar daya tanggap, persepsi dan penalaran yang berkenaan dengan lingkungan budaya dapat diperluas. 
Jika diperinci lagi, tujuan dari pengajaran llmu Budaya Dasar itu adalah: 
1. Lebih peka dan terbuka terhadap masalah kemanusiaan dan budaya, serta lebih bertanggung jawab terhadap masalah-masalah tersebut.
2. Mengusahakan kepekaan terhadap nilai-nilai lain untuk lebih mudah menyesuaikan diri.
3. Menyadarkan mahasiswa terhadap nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat, hormat menghormati serta simpati pada nilai-nilai yang hidup pada masyarakat.
4. Mengembangkan daya kritis tcrhadap pcrsoalan kemanusiaan dan kebudayaan.
5. Memiliki latar belakang pengetahuan yang cukup luas tentang kebudayaan Indonesia.
6. Menimbulkan minat untuk mendalaminya.
7. Mendukung dan mengembangkan kebudayaan sendiri dengan kreatif.
8. Tidak terjerumus kepada sifat kedaarahan dan pengkotakan disiplin ilmu.
9. Menambahkan kemampuan mahasiswa untuk mcnanggapi masalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat Indonesia dan dunia tanpa terpikat oleh disiplin mereka.
10. Mempunyai kesamaan bahan pembicaraan, tempat berpijak mengenai masalah kemanusiaan dan kebudayaan.
11. Terjalin interaksi antara cendekiawan yang berbeda keahlian agar lebih positif dan komunikatif.
12. Menjembatani para sarjana yang berbeda keahliannya dalam bertugas menghadapi masalah kemanusiaan dan budaya.
13. Memperlancar pelaksanaan pembangunan dalam berbagai bidang yang ditangani oleh berbagai cendekiawan.
14. Agar mampu memenuhi tuntutan masyarakat yang sedang membangun.
15. Agar mampu memenuhi tuntutan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya Dharma Pendidikan.
C. Ruang Lingkup Ilmu Budaya Dasar

Nah, setelah mengetahui pengertian dan tujuan dari ilmu budaya dasar, apakah kalian tahu ruang lingkup yang mencakup aspek dari IBD itu sendiri?
Bertitik tolak dari kerangka tujuan yang telah ditetapkan, dua masalah pokok bisa dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup kajian mata kuliah IBD. 
Kedua masalah pokok itu adalah:
1. Aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya, baik dari segi masing-masing keahlian (disiplin) di dalam pengetahuan budaya, maupun secara gabungan (antar bidang) berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya.
2. Hakikat manusia yang satu (universal), namun banyak perbedaan - perbedaan antara manusia yang satu dengan yang lainnya. Keanekaragaman tersebut terbentuk akibat adanya perbedaan ruang, tempat, waktu, proses adaptasi, keadaan sosial budaya, lingkungan alam, dimana terwujud dalam berbagai bentuk ekspresi seperti: ungkapan, pikiran, dan perasaan, tingkah laku, dan hasil kelakuan mereka.

Dari kedua masalah pokok yang dapat dikaji dalam mata kuliah Ilmu Budaya Dasar tersebut, nampak dengan jelas bahwa manusia menempati posisi sentral dalam pengkajian. Manusia tidak sebagai subyek akan tetapi sebagai obyek pengkajian. Bagaimana hubungan manusia dengan alam, dengan sesama manusia dan bagaimana pula hubungan manusia dengan Tuhan menjadi tema sentral dalam Ilmu Budaya Dasar.

Pokok bahasan yang akan dikembangkan adalah :
1. Manusia dengan cinta kasih
2. Manusia dan keindahan
3. Manusia dan penderitaan
4. Manusia dan keadilan
5. Manusia dan pandangan hidup
6. Manusia dan tanggung jawab serta pengabdian
7. Manusia dan kegelisahan
8. Manusia dan harapan

Kedelapan pokok bahasan itu termasuk dalam karya - karya yang tercakup dalam pengetahuan budaya. Perwujudan mengenai cinta, misalnya, terdapat dalam karya sastra, tarian, musik, filsafat, lukisan, patung dan sebagainya. Masing-masing pokok bahasan dapat didekati dengan baik menggunakan cabang-cabang pengetahuan budaya secara sendiri-sendiri maupun secara gabungan cabang-cabang tersebut. Pokok bahasan manusia dan cinta kasih misalnya, dapat didekati dengan menggunakan karya seni sastra, atau filsafat atau seni tari dan sebaginya. Disamping itu pokok bahasan manusia dan cinta kasih juga dapat didekati dengan menggunakan gabungan karya seni sastra, karya seni tari, atau filsafat dan sebagainya.

Sabtu, 27 Juli 2013

Ucapan Maaf saat Idul Fitri

Tidak terasa hari raya Idul Fitri semakin dekat, dan ada baiknya kita meminta maaf akan kesalahan-kesalahan yang telah kita lakukan. Untuk menyambut hari raya Idul Fitri, saya menyajikan ucapan maaf dan kata-kata mengenai Idul Fitri dalam bahasa Jepang^^
Tidak perlu panjang lebar, berikut ucapan-ucapan serta kata-kata yang terkait dengan hari raya Idul Fitri.

断食明け大祭
Danjiki ake taisai = Idul Fitri
断食明けおめでとうございます
Danjikiake omedetou gozaimasu = Selamat Idul Fitri
ラマダーン明けおめでとうございます
Ramadaan-ake omedetou gozaimasu = Selamat Lebaran
イドゥル・フィトゥリおめでとうございます
Iduru Fituri omedetou gozaimasu = Selamat Iedul Fitri
イードおめでとうございます
Iido omedetou gozaimasu = Selamat Ied
お許しください (おゆるしください)
Oyurushi kudasai = Mohon Maaf
心身ともにお許しください (しんしんともにおゆるしください)
Shinshin tomoni oyurushi kudasai = Mohon Maaf Lahir dan Bathin
断食明けおめでとうございます誤っていることがたくさんあるからお許しください
Danjikiake omedetou gozaimasu. Ayamatte iru koto ga takusan aru kara Oyurushi kudasai = 
Selamat Idul Fitri. Mohon Maaf karena banyak kesalahan yang telah dilakukan.



Minggu, 17 Juni 2012

“Kamu” dalam Bahasa Jepang

Seperti halnya kata "Saya", ada berbagai macam cara dalam Bahasa Jepang untuk menunjuk lawan bicara. Tentunya yang membuat perbedaan adalah nuansa serta situasi percakapan sehingga kita dapat memposisikan diri kita serta lawan bicara pada porsi yang benar. Sekarang saatnya kita mengenal beberapa cara untuk mengucapkan “Kamu” dalam Bahasa Jepang.

1. ANATA
Kata ini umum digunakan dan tidak dibatasi oleh jenis kelamin. Kesan yang ditampilkan beragam, mulai dari formal, sopan, biasa, sampai tidak sopan bergantung umur, status sosial/pekerjaan lawan bicara kita.
Umumnya digunakan kepada lawan bicara yang kira-kira sebaya/sederajat status sosialnya dengan kita, sehingga akan terkesan sopan. Sebaiknya tidak digunakan pada situasi resmi, orang yang lebih tua/ status sosial/pekerjaan lebih tinggi dari kita karena akan terkesan kasar.
ANATA juga digunakan oleh seorang istri untuk memanggil suaminya. Dalam hal tersebut, ANATA membawa kesan kasih sayang dan penghormatan seorang istri terhadap suaminya.

2. KIMI
Kata ini biasanya  merujuk kepada lawan bicara wanita. Bisa juga diucapkan oleh wanita ke teman prianya yang akan menimbulkan kesan manja. Hanya digunakan pada saat-saat tidak resmi antar teman atau kepada orang kecil. Umumnya KIMI berkesan akrab dan manja.

3. OMAE
Biasa diucapkan oleh pria kepada teman akrabnya. OMAE dapat berkesan akrab, biasa, atau bahkan kasar bergantung dari situasi serta nada pada saat mengucapkannya.

4. ANTA
Ya, kata ini adalah singkatan dari ANATA. Biasa diucapkan oleh orang dewasa kepada teman sebaya atau kepada orang yang lebih muda. ANTA menimbulkan kesan akrab, biasa atau bahkan kasar bergantung dari situasi serta nada pada saat mengucapkannya.

5. TEMEE/TEMAE
Awalnya, kesan yang ditimbulkan adalah sopan, namun pada saat belakangan menjadi kasar seiring nada pengucapannya yang sering diucapkan secara melecehkan. Dianjurkan untuk menyimpan TEMEE/TEMAE hanya sebagai perbendaharaan kata kita saja.

6. WARE
Kata ini bermakna “Kamu” pada zaman dahulu. Saat ini berubah maknanya menjadi “Saya”. Ketika bermakna “Kamu”, WARE berkesan kasar dan menghina.

7. KISAMA
Kata ini menarik karena istilah “SAMA” adalah Kata Sandang yang mengiringi nama orang lain dan berkesan sangat sopan. Namun KISAMA sendiri berkesan sangat negatif. Sebaiknya jangan mengucapkan kata ini karena dapat menimbulkan pertengkaran.

8. NAMA LAWAN BICARA
Cara ini merupakan cara paling sopan dan formal. Dapat kamu gunakan pada saat-saat resmi, kepada orang yang lebih tua/ status sosial/pekerjaannya lebih tinggi dibanding kita. Sebaliknya, saat kamu berbicara kepada teman kamu, jangan menggunakan cara ini karena akan terkesan membatasi/menjaga jarak.

Sumber:
http://jepangonline.com/kamu-dalam-bahasa-jepang