Rabu, 13 November 2013

6. Manusia dan Penderitaan

Nama: Farouq Fathurrahman
Kelas: 1PA13
NPM: 13513270

A.   Pengertian Penderitaan
Penderitaan berasal dari kata derita yang berasal dari bahasa sansekerta, yaitu ‘dhra’ yang artinya menahan atau menaggung. Jadi derita adalah menahan atau menanggung sesuatu yang menyedihkan atau tidak menyenangkan di dalam hati. Penderitaan dapat muncul dari lahir (fisik) maupun dari batin. Sesuatu peristiwa yang dianggap sebagai penderitaan bagi seseorang, belum tentu merupakan sebuah penderitaan bagi orang lain. Dapat pula penderitaan merupakan energi untuk bangkit bagi seseorang atau sebagai langkah awal untuk mencapai suatu kebahagiaan.

B.    Siksaan
Siksaan dapat tertuju pada tubuh atau jasmani, tetapi dapat pula tertuju pada rohani seseorang. Siksaan merupakan salah satu yang dapat menyebabkan penderitaan. Siksaan yang bersifat psikis diantaranya adalah kebimbangan, kesepian, dan ketakutan. Sedangkan siksaan yang tertuju pada fisik, dapat dilihat dari kasus-kasus yang terdapat di media massa, seperti pemerkosaan, pencabulan, kekerasan, dan lain-lain. Siksaan yang tertuju pada fisik dapat mempengaruhi / mengganggu psikis korbannya.

C.   Kekalutan Mental
Secara sederhana, kekalutan mental dapat diartikan sebagai gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan atau masalah yang harus diatasi sehingga orang yang bersangkutan bertingkah secara kurang wajar.
Gejala-gelaja permulaan seseorang mengalami kekalutan mental:
1. Nampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak nafas, demam, atau nyeri pada lambung
2.  Nampak pada kejiwaannya, yaitu merasakan cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, atau mudah marah.
Penyebab seseorang mengalami kekalutan mental, yaitu sebagai berikut:
1. Kepribadian yang lemah, akibat jasmani atau mental yang menurutnya kurang sempurna dari orang lain. Hal tersebut dapat menyebabkan seseorang itu merasa rendah diri yang berangsur-angsur akan menyudutkan dirinya dan menghancurkan psikisnya secara perlahan.
2. Terjadi konflik sosial-budaya, akibat norma yang berbeda antara orang itu dengan masyarakat, sehingga ia tidak dapat menyesuaikan diri dan akhirnya mengalami frustasi.
3. Cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebih terhadap kehidupan sosialnya.

D.   Penderitaan dan Perjuangan
Penderitaan (masalah) bagi kehidupan manusia merupakan salah satu konsekuensi, yang berarti manusia pasti tidak hanya mendapatkan kebahagiaan, tetapi akan mengalami penderitaan. Tetapi, karena itulah manusia tidak boleh pesimis dalam menjalani hidup. Manusia harus optimis agar dapat mengatasi kesulitan atau masalah dalam hidupnya, caranya yaitu dengan berjuang menghadapi masalah-masalah kehidupan, dan tidak lupa dengan disertai do'a kepada Allah Subhanallahu wa ta'ala, agar dapat dipermudah dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah dan penderitaannya.

E. Penderitaan, Media Massa, dan Seniman
Apa hubungannya penderitaan dengan media massa dan seniman?
Ya, dalam dunia modern sekarang ini kemungkinan terjadi penderitaan itu lebih besar. Kemajuan teknologi di dunia dapat menyebabkan suatu penderitaan atau bahkan membantu penderitaan dari diri seseorang atau kalangan orang. Kemajuan teknologi yang dapat menyebabkan suatu penderitaannya adalah penciptaan bom, rudal atau nuklir yang ditujukan untuk perang. Secara logika, daya ledak bom atau rudal mencakup wilayah yang besar, yang berarti orang-orang yang tidak ada sangkut pautnya dengan perang tersebut akan terkena imbasnya, dan akhirnya pihak yang terkena imbas akan mengalami suatu penderitaan. Selain itu, media massa, baik itu cetak atau elektronik sering kali mengumbar hal-hal yang seharusnya menjadi privasi seseeorang justru disebar ke khalayak umum, hal itu akan menjadi suatu penderitaan pula bagi pihak yang dicemarkan.
Tetapi, media massa pun seringkali membantu mengatasi penderitaan orang lain, seperti dengan cara meliput kejadian-kejadian seperti korban bencana alam, atau pun perang dan akhirnya khalayak umum bersimpati lalu akan memberikan bantuan kepada para korban tersebut. Cara lain adalah dengan menjadikan kejadian tersebut sebagai film yang dimainkan para aktor dan aktris (seniman) yang dapat memberi pelajaran yang berharga bagi khalayak umum.

F. Penderitaan dan Sebab-Sebabnya
Pengelompokkan penderitaan berdasarkan penyebabnya dapat dirinci sebagai berikut.
1. Penderitaan yang timbul karena perbuatan manusia
Hal ini dapat terjadi karena perbuatan buruk manusia dapat terjadi dalam hubungan sesama manusia maupun dengan alam sekitarnya. 
2. Penderitaan yang timbul karena penyakit, cobaan / ujian / teguran yang diberikan Allah
Penderitaan ini dapat diatasi dengan bersabar, bertawakkal, dan optimis. Telah disebutkan dalam Al Qur'an Surah Al Insyiraah (94) yang disebutkan 2 kali, yaitu pada ayat 5 dan 6. 
Allah berfirman:
¨bÎ*sù yìtB ÎŽô£ãèø9$# #·Žô£ç ÇÎÈ   ¨bÎ) yìtB ÎŽô£ãèø9$# #ZŽô£ç ÇÏÈ  

Artinya:
"Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan."

Oleh karena itu kita sebagai manusia, harus yakin dan percaya bahwa kita dapat menghadapi kesulitan-kesulitan yang ada dalam kehidupan, karena Allah tidak akan menguji hambanya diluar kemampuannya.

G. Pengaruh Penderitaan
Orang yang mengalami penderitaan mungkin memperoleh pengaruh dan sikap yang bermacam-macam dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap postif, maupun sikap yang begatif. Contoh dari sikap negatif tersebut ialah merasa kecewa, sakit hati, atau berkata bahwa "nasi telah menjadi bubur". Tetapi ingatlah "bubur dapat disajikan dengan kerupuk, ayam, dll". Maksudnya adalah sesuatu yang terlanjur memang tidak dapat diubah seperti semula, tetapi hal itu dapat diperbaiki untuk menjadi sesuatu hal yang lebih baik lagi.

Sumber:
http://ilmubudayadasarardhi.blogspot.com/2012/11/manusia-dan-penderitaan.html
http://ocw.gunadarma.ac.id/course/psychology/study-program-of-psychology-s1/ilmu-budaya-dasar/manusia-dan-penderitaan

Kamis, 17 Oktober 2013

5. Manusia dan Keindahan

NAMA               : FAROUQ FATHURRAHMAN
KELAS              : 1PA13
NPM                  : 13513270



A.      Keindahan
Keindahan, sering diutarakan kepada situasi tertentu, artik kata keindahan yaitu berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek dan sebagainya. Keidahan identik dengan kebenaran. Keindahan kebenaran dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi, dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah. Yang tidak mengandung kebenaran berarti tidak indah. Keindahan juga bersifat universal, artinya tidak terikat oleh selera perseorangan, waktu dan tempat, kedaerahan, selera mode, kedaerahan atau lokal.
Apakah Keindahan Itu?
Sebenarnya sulit bagi kita untuk menyatakan apakah keindahan itu. Keindahan itu suatu konsep abstrak yang hanya dapat dirasakan dan dinikmati jika telah dihubungkan dengan sesuatu yang berwujud (misalnya suatu karya).

Menurut cakupannya, orang harus membedakan keindahan sebagai suatu kualitas abstrak dan sebagai sebuah benda tertentu yang indah. Untuk pembedaan itu dalam bahasa Inggris sering dipergunakan istilah “beauty” (keindahan) dan “the beautiful” (benda atau hal indah). Dalam pembatasan filsafat, kedua pengertian ini kadang-kadang di campuradukkan saja. Disamping itu terdapat pula perbedaan menurut luasnya pengertian, yakni:

a.    Keindahan dalam arti luas

-       Menurut The Liang Gie, keindahan adalah ide kebaikan

-       Menurut Pluto, watak yang indah dan hukum yang indah

- Menurut Aristoteles, Keindahan adalah sesuatu yang baik dan juga menyenangkan

Jadi keindahan dalam arti luas meliputi keindahan seni, alam, moral, dan intelektual.

b.    Keindahan dalam arti Estetik murni yaitu hubungan seseorang dengan segala sesuatu yang di serapnya.

c.    Keindahan dalam arti terbatas dalam pengertiannya dengan penglihatan, yaitu penilaian terhadap benda-benda yang diserap dengan penglihatan

B.       Renungan
Renungan berasal dari kata renung, artinya diam-diam memikirkan sesuatu, atau memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam. Renungan adalah hasil merenung. Dalam merenung untuk menciptakan seni ada beberapa teori antara lain : teori pengungkapan, teori metafisik dan teori psikologis.
Teori Pengungkapan.
Dalil teori ini ialah bahwa “arts is an expresition of human feeling” ( seni adalah suatu pengungkapan dari perasaan manusia) Teori ini terutama bertalian dengan apa yang dialami oleh seorang seniman ketika menciptakan karya seni. Tokoh teori ekspresi yang paling terkenal ialah filsuf Italia Benedeto Croce (1886-1952) Beliau antara lain menyatakan bahwa “Seni adalah pengungkapan pesan-pesan) expression adalah sama dengan intuition, dan intuisi adalah pegnetahuan intuitif yang diperoleh melalui penghayatan tentagn hal-hal individual yang menghasilkan gambaran angan-angan (images).”
Seorang tokoh lainnya adalah Leo Tolstoi dia menegaskan bahwa kegiatan seni adalah memunculkan dalam diri sendiri suatu perasaan yang seseorang telah mengalaminya dan setelah memunculkan itu kemudian dengan perantaraan berbagai gerak, garis, warna, suara dan bentuk yang diungkapkan dalam kata-kata memindahkan perasaan itu sehingga orang-orang mengalami perasaan yang sama.
Teori Metafisik
Teori seni yang bercotak metafisik  merupakan salah satu contoh teori yang tertua, yakni berasal dari Plato yang karya-karyanya untuk sebagian membahas estetik filsafat, konsepsi keindahan dari teori seni. Mengenai sumber seni Plato mengungkapkan suatu teori peniruan (imitation teori). Ini sesuai dengan metafisika Plato yang mendalikan adanya dunia ide pada tarat yang tertinggi sebgai realita Ilahi.
Pada taraf yang lebih rendah terdapat realita duniawi ini yang merupakan cerminan semu dan mirip realita ilahi. Dan karyu seni yang dibuat manusia adalah merupakan mimemis (tiruan) dari ralita duniawi
Teori Psikologis
Para ahli estetik dalam abad modern menelaah teori-teori seni dari sudut hubungan karya seni dan alam pikiran penciptanya dengan mempergunakan metode-metode psikologis. Misalnya berdasarkan psikoanalisa dikemukakan bahwa proses penciptaan seni adalah pemenuhan keinginan-keinginan bawah sadar dari seseorang seniman. Sedang karya seni itu merupakan bentuk terselubung atau diperhalus yang wujudkan keluar dari keinginan-keinginan itu.
Teori lain lagi yaitu teori permainan yang dikembangkan oleh Fredrick Schiller (1757 -1805) dan Herbert Spencer ( 1820 – 1903 ) menurut Schiller, asal seni  adalah dorongan batin untuk bermain-main (play impulse) yang ada dalam diri seseorang. Seni merupakan semacam permainan menyeimbangkan segenap kemampuan mental manusia berhubungan dengan adanya kelebihan energi yang harus dikeluarkan. Dalam teori penandaan (signification theory) memandang seni sebagai lambing atau tanda dari perasaan manusia.

C. Keserasian
Apa itu keserasian?

Keserasian adalah perbandingan antar kedua belah sesuatu menjadi sesuatu yang cocok. Serasi itu bisa dikatakan bukan hanya sesuatu yang cocok dan wajar, namun sesuatu yang memiliki nilai lebih dari wajar.
Keserasian Berasal dari kata "serasi" artinya cocok atau sesuai, memilki faktor perpaduan dan keseimbangan.
Dalam hubungannya dengan keindahan, keserasian memiliki makna perpaduan antara berbagai unsur yang menjadi satu sehingga menimbulkan satu bentuk keindahan. Sehingga keserasian memiliki hubungan yang erat kaintannya dengan keindahan, tanpa adanya keserasian, keindahan tidak akan terwujud dalam sebuah karya atau benda yang diciptakan manusia dalam tujuan estetika.
Keserasian sangat berhubungan dengan keindahan, sesuatu yang serasi akan tampak indah. Dalam keselarasan seseorang memiliki perasaan seimbang, dan mempunyai cita rasa akan sesuatu yang berakhir dan merasa hidup sesaat ditengah-tengah kesempurnaan yang menyenangkan hati.

4. Manusia dan Cinta Kasih

NAMA               : FAROUQ FATHURRAHMAN
KELAS              : 1PA13
NPM                  : 13513270



A.      Pengertian Cinta Kasih



Cinta adalah  rasa sangat suka atau sayang ataupun rasa sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih, artinya perasaan sayang atau cinta atau sangat menaruh belas kasihan. Dengan demikian rasa kasih memperkuat rasa cinta, sehingga cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.

Terdapat perbedaan antara cinta dan kasih, cinta lebih mengandung pengertian tentang rasa yang mendalam sedangkan kasih merupakan pengungkapan untuk mengeluarkan rasa, mengarah kepada yang dicintai.
Cinta sama sekali bukan nafsu. Perbedaan antara cinta dengan nafsu adalah sebagai berikut:
1. Cinta bersifat manusiawi
2. Cinta bersifar rohaniah sedangkan nafsu bersifat jasmaniah
3. Cinta menunjukkan perilaku member, sedangkan nafsu cenderung menuntut. 
 Cinta juga selalu menyatakan unsur – unsur dasar tertentu, yaitu :
1.    Pengasuhan, contohnya cinta seorang ibu kepada anaknya
2.    Tanggung jawab, adalah tindakan yang benar – benar berdasarkan atas  suka rela
3.    Perhatian, merupakan suatu perbuatan yang bertujuan untuk mengembangkan pribadi orang lain agar mau membuka dirinya
4.    Pengenalan, merupakan keinginan untuk mengetahui rahasia manusia 

B.       Cinta Menurut Ajaran Agama
1.    Cinta Kepada Allah
Puncak cinta manusia yang paling bening, jernih dan spritual ialah cintanya kepada Allah dan kerinduanya kepada-Nya. Tidak hanya dalam shalat, pujian, dan doanya saja, cinta yang ikhlas dalam diri seorang manusia kepada Allah akan membuat cinta itu menjadi kekuatan pendorong yang mengarahkanya dalam kehidupanya dan menundukkan semua bentuk kecintaan lainnya.
2.    Cinta Kepada Rasul Allah
Cinta kepada Rasul yang diutus Allah sebagai rahmat bagi seluruh alam semesta, menduduki peringkat ke dua setelah cinta kepada Allah. Ini karena rasul merupakan suri tauladan bagi manusia baik dalam tingkah laku, moral, maupun berbagi sifat luhur lainnya.

3.    Cinta Kepada Diri Sendiri
Cinta kepada diri sendiri erat kaitanya dengan dorongan menjaga diri. Manusia senang untuk tetap hidup, mengembangkan potensi dirinya, dan mengaktualisasikan diri. Diantara gejala yang menunjukan kecintaan manusia terhadap harta, yang dapat merealisasikan semua keinginanya dan memudahkan baginya segala sarana untuk mencapai kesenangan dan kemewahan hidup (QS. Al-Adiyat 100 : 8), Namun hendaknya cinta manusia pada dirinya tidaklah terlalu berlebih-lebihan dan melewati batas. Sepatutnya cinta pada diri sendiri ini diimbangi dengan cinta pada orang lain dan cinta berbuat kebajikan kepada mereka.

4.    Cinta Kepada Sesama Manusia
Agar manusia dapat hidup dengan penuh keserasian dan keharmonisan dengan manusia lainya,tidak boleh ia harus membatasi cintanya pada diri sendiri dan egoismenya. Pun hendaknya ia menyeimbangkan cintanya itu dengan cinta dan kasih sayang pada orang-orang lain. Al-Qura’an juga menyeru kepada orang-orang yang beriman agar saling mencintai seperti cinta mereka pada diri mereka sendiri. Dalam serun itu sesungguhnya terkandung pengarahan kepada para mukmin agar tidak berlebih-lebihan dalam mencintai diri sendiri.

5.    Cinta Kebapakan
Mengingat bahwa antara ayah dengan anak-anaknya tidak terjalin oleh ikatan-ikatan fisiologis seperti yang menghubungkan si ibu dengan anak-anaknya. Biasanya cinta kebapakan nampak dalam perhatian seorang ayah pada anak-anaknya, asuhan, nasihat, arahan yang diberikan pada mereka demi kebaikan mereka sendiri.

6.    Cinta Seksual
Cinta erat kaitanya dengan dorongan seksual. Sebab ialah yang bekerja dalam melestarikan kasih sayang,keserasian, dan kerja sama anatar suami dan istri. Ia merupakan faktor primer bagi kelangsungan hidup keluarga.

C.      Kasih Sayang
Kasih sayang adalah suatu sikap saling menghormati dan mengasihi semua ciptaan Tuhan baik mahluk hidup maupun benda mati seperti menyayangi diri sendiri sendiri berlandaskan hati nurani yang luhur. Kita sebagai warga negara yang baik sudah sepatutnya untuk terus memupuk rasa kasih sayang terhadap orang lain tanpa membedakan saudara , suku, ras, golongan, warna kulit, kedudukan sosial, jenis kelamin, dan tua atau muda.

1.    Kasih Sayang dalam Keluarga
Keluarga adalah sebagai suatu kesatuan dan pergaulan yang paling awal. Sebagai satu kesatuan merupakan gabungan dari beberapa orang yang ditandai oleh hubungan genelogis dan psikologis yang saling ketergantungan dengan karakteristiknya yang berbeda. Jadi keluarga menggambarkan ikatan atau hubungan di antara anggota keluarganya yang diikat dengan berbagai sistem nilai.
Keluarga dalam bentuk apapun pada hakekatnya merupakan persekutuan hidup, dalam kedudukan inilah lahir berbagai fungsi keluarga. Keluarga merupakan bagian dari lingkungan kecil yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak yang merupakan bagian dari masyarakat dan bangsa.
Oleh karena itu kekuatan suatu negara bersumber pada kekuatan keluarga, baik menyangkut kelancaran, keselamatan maupun kelangsungan hidup suatu keluarga. Salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam memelihara iklim emosional keluarga adalah dengan adanya sikap kerjasama dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan anggota keluarganya. kebutuhan-kebutuhan itu meliputi:

-       Kebutuhan Akan Rasa Kasih Sayang
Kasih sayang adalah faktor yang cukup penting dalam kehidupan anak, kasih sayang tidak akan dirasakan oleh si anak apabila dalam kehidupannya mengalami hal-hal sebagai berikut :Kehilangan pemeliharaan orang tuanya, Anak merasa tidak diperhatikan , dan kurang disayangi., Orang tua terlalu ambisius dan otoriter, Orang tua yang mempunyai sikap yang berlawanan.
-       Kebutuhan Akan Rasa Aman
Seorang anak merasa diterima oleh orang tua apabila dia merasa bahwa kepentingannya diperhatikan serta merasa bahwa ada hubungan yang erat antara si anak dengan keluarganya. Anak yang merasa sungguh-sungguh dicintai oleh orang tua dan keluarganya pada umumnya akan merasa bahagia dan aman.
-    Kebutuhan Akan Harga Diri
Setiap anak ingin merasa bahwa ia mempunyai tempat dalam keluarganya, dalam arti bahwa ia ingin diperhatikan, ingin agar ibu dan bapaknya, dan anggota keluarga lainnya mau mendengar dan tidak mengacuhkan apa yang dikatakannya.
-       Kebutuhan Akan Rasa Kebebasan
Kebutuhan yang dimaksud disini adalah kebebasan dalam batas-batas kewajaran. Pada umumnya anak menginginkan kebebasan dari orang tuanya dalam hal melakukan berbagai aktifitas dan memiliki teman bergaul.
-       Kebutuhan Akan Rasa Sukses
Setiap anak ingin merasa bahwa apa yang diharapkan dari padanya dapat dilakukan sesuai dengan keinginan orang tuanya, karena rasa sukses yang dicapai pada waktu kecil akan berpengaruh pada kehidupan kelak.
-       Kebutuhan Akan Mengenal Lingkungan
Kebutuhan anak akan mengenal lingkungannya merupakan salah satu faktor yang penting dalam memberikan rasa bahwa ia memiliki potensi , orang tua harus memperhatikan hal ini dalam mendidik anaknya.

2.    Kasih Sayang dalam Kehidupan Bertetangga
Dalam kehidupan masyarakat pemerintahan yang terkecil adalah rukun tetangga (RT) yang berperan dimana orang-orang yang hidup disekitar wilayahnya tersebut berusaha untuk membuat semacam keteraturan.

D.      Kemesraan

Kemesraan berasal dari kata dasar mesra, yang artinya perasaan simpati yang akrab.kemesraan ialah hubungan yang akrab baik antara pria dan wanita yang sedang dimabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga. Kemesraan pada dasarnya merupakan perwujudan kasih sayang yang mendalam. Kemesraan merupakan perwujudan cinta dan kasih sayang yang telah mendalam.

Kemesraan dapat diartikan sama dengan kekerabatan, keakraban yang dilandasi rasa cinta dan kasih. Tingkatan kemesraan dapat dibedakan berdasarkan umur, yaitu :



1.         Kemesraan dalam Tingkat Remaja, terjadi dalam masa puber. Pubertas yaitu dimana masa remaja memiliki kematangan organ kelamin yang menyebabkan dorongan seksualitasnya kuat
2.         Kemesraan dalam Rumah Tangga, terjadi antara pasangan suami istri dalam perkawinan. Biasanya pada tahun tahun awal perkawinan, kemesraan masih sangat terasa, namun bisa sudah agak lama biasanya semakin berkurang.
3.         Kemesraan Manusia Usia Lanjut
Kemesraan bagi manusia berbeda dengan pada usia sebelumnya. Pada masa ini diwujudkan dengan jalan - jalan dan sebagainya.

Kemesraan dapat direalisasikan dengan beberapa cara, yaitu :
1.      Dengan kontak mata
2.      Dengan berbicara
3.      Dengan tindakan (sentuhan)

E.       Pemujaaan
Pemujaan dimulai sejak manusia dilahirkan dengan akal yang dimilikinya. Manusia telah berfikir kritis tentang alam dan kejadiannya. Hal ini dapat diwujudkan dengan mengagumi dan bersyukur kepada Sang Pencipta. Dalam mencari bentuk-bentuk pemujaan dapat berupa ibadah sebagai media komunikasi antara manusia dengan Tuhan, membangun tempat ibadah yang sebaik-baiknya, mencipta lagu, puisi, novel, film, dan sebagainya yang bertema mencintai Sang Pencipta.

F.       Belas Kasihan
Belas kasih adalah kebajikan di mana kapasitas emosional empati dan simpati untuk penderitaan orang lain dianggap sebagai bagian dari cinta itu sendiri, dan landasan keterkaitan sosial yang lebih besar dan humanisme-dasar ke tertinggi prinsi-prinsip dalam filsafat, masyarakat, dan kepribadian .
Dalam Al-Qur’an surat Al-Qalam ayat 4, “Maka manusia menaruh belas kasihan kepada orang lain, karena belas kasihan adalah perbuatan orang yang berbudi. Sedangkan orang yang berbudi sangat dipujikan oleh Allah SWT.”
Perbuatan atau sifat menaruh belas kasihan adalah orang yang berahlak. Manusia mempunyai potensi untuk berbelas kasihan. Masalahnya sanggupkah ia mengggugah potensi belas kasihannya itu. Bila orang itu tergugah hatinya maka berarti orang berbudi dan terpujilah oleh Allah SWT.

G.      Cinta Kasih Erotis
Cinta kasih erotis yaitu kehausan akan penyatuan yang sempurna, akan penyatuan dengan seseorang lainnya. cinta kasih erotis bersifat ekslusif, bukan universal, pertama-tama cinta kasih erotis kerap kali di campurbaurkan dengan pengalaman yang dapat di eksplosif berupan jatuh cinta. Tetapi seperti yang telah dikatakan terlebih dahulu , pengalaman intimitas, kemesraan yang tiba-tiba ini pada hakekatnya hanya sementara.
Keinginan seksual menuju kepada penyatuan diri, tetapi sekali-kali bukan merupakan nafsu fisi belaka, untuk meredakan ketegangan yang menyakitkan. Rupanya keinginan seksual dengan mudah dapat di dicampuri atau di stimulasi oleh tiap-tiap perasaan yang mendalam.
Dalam cinta kasih erotis terdapat eksklusivitas yang tidak terdapat dalam cinta kasih persaudaraan dan cinta kasih keibuan, sering kali eksklusivitas  dalam cinta kasih erotis di salah tafsirkan dan di artikan sebagai suatu ikatan hak milik, contoh sering kita jumpai separang orang-orang yang sedang saling mencintai tanpa merasakan cinta kasih terhadap setiap orang lainya.
Cinta kasih erotis apabila ia benar-benar cinta kasih, mempunyai satu pendirian yaitu bahwa seseorang sunguh-sunguh mencintai dan mengasihi dengan jiwanya yang sedalam-dalamnya dan menerima pribadi orang lain(wanita ataupun pria). Hal ini merupakan dasar gagasan bahwa suatu pernikahan tradisional, yang kedua mempelainya tidak pernah memilih jodohnya sendiri, beda halnya dengan kebudayaan barat/ zaman sekarang, gagasan itu ternyata tidak dapat diterima sama sekali. Cinta kasih hanya di anggap sebagai hasil suatu reaksi emosional dan spontan.
Dengan demikian, bahwa cinta kasih erotis merupakan atraksi individual belaka maupun pandangan bahwa cinta kasih erotis itu tidak lain dari perbuatan kemauan.

Sumber:
http://www.elearning.gunadarma.ac.id/index.php?option=com_wrapper&Itemid=36
http://dodyfauzi.blogspot.com/2011/03/pengertian-cinta-kasih.html
http://egapramesti.wordpress.com/2011/04/30/pengertian-cinta-kasih/
http://yanuirdianto.wordpress.com/2013/03/28/cinta-menurut-ajaran-agama/
http://novka1.blogspot.com/2012/03/pengertian-kasih-sayang_20.html
http://belanabilla.blogspot.com/2012/03/manusia-dan-cinta-kasih.html
http://riskyes2.blogspot.com/2013/03/yukk-belajar-tentang-cinta-kasih-sayang.html
http://alvianrachman.blogspot.com/2012/10/manusia-dan-cinta-kasih.html