Tidak terasa hari raya Idul Fitri semakin dekat, dan ada baiknya kita meminta maaf akan kesalahan-kesalahan yang telah kita lakukan. Untuk menyambut hari raya Idul Fitri, saya menyajikan ucapan maaf dan kata-kata mengenai Idul Fitri dalam bahasa Jepang^^
Tidak perlu panjang lebar, berikut ucapan-ucapan serta kata-kata yang terkait dengan hari raya Idul Fitri.
心身ともにお許しください (しんしんともにおゆるしください) Shinshin tomoni oyurushi kudasai = Mohon Maaf Lahir dan Bathin
断食明けおめでとうございます. 誤っていることがたくさんあるからお許しください Danjikiake omedetou gozaimasu. Ayamatte iru koto ga takusan aru kara Oyurushi kudasai = Selamat Idul Fitri. Mohon Maaf karena banyak kesalahan yang telah dilakukan.
Seperti halnya kata "Saya", ada berbagai macam cara dalam Bahasa Jepang untuk menunjuk lawan
bicara. Tentunya yang membuat perbedaan adalah nuansa serta situasi
percakapan sehingga kita dapat memposisikan diri kita serta lawan
bicara pada porsi yang benar. Sekarang saatnya kita mengenal beberapa cara untuk mengucapkan “Kamu” dalam Bahasa Jepang.
1. ANATA
Kata ini umum digunakan dan tidak dibatasi oleh jenis kelamin. Kesan
yang ditampilkan beragam, mulai dari formal, sopan, biasa, sampai tidak
sopan bergantung umur, status sosial/pekerjaan lawan bicara kita.
Umumnya digunakan kepada lawan bicara yang kira-kira
sebaya/sederajat status sosialnya dengan kita, sehingga akan terkesan
sopan. Sebaiknya tidak digunakan pada situasi resmi, orang yang lebih
tua/ status sosial/pekerjaan lebih tinggi dari kita karena akan
terkesan kasar. ANATA juga digunakan oleh seorang istri untuk
memanggil suaminya. Dalam hal tersebut, ANATA membawa kesan kasih
sayang dan penghormatan seorang istri terhadap suaminya.
2. KIMI
Kata ini biasanya merujuk kepada lawan bicara wanita. Bisa juga
diucapkan oleh wanita ke teman prianya yang akan menimbulkan kesan
manja. Hanya digunakan pada saat-saat tidak resmi antar teman atau
kepada orang kecil. Umumnya KIMI berkesan akrab dan manja.
3. OMAE
Biasa diucapkan oleh pria kepada teman akrabnya. OMAE dapat berkesan akrab, biasa, atau bahkan kasar bergantung dari situasi serta nada pada saat mengucapkannya.
4. ANTA
Ya, kata ini adalah singkatan dari ANATA. Biasa diucapkan oleh orang dewasa kepada teman sebaya atau kepada orang yang lebih muda. ANTA menimbulkan kesan akrab, biasa atau bahkan kasar bergantung dari situasi serta nada pada saat mengucapkannya.
5. TEMEE/TEMAE
Awalnya, kesan yang ditimbulkan adalah sopan, namun pada saat
belakangan menjadi kasar seiring nada pengucapannya yang sering
diucapkan secara melecehkan. Dianjurkan untuk menyimpan TEMEE/TEMAE hanya sebagai perbendaharaan kata kita saja.
6. WARE
Kata ini bermakna “Kamu” pada zaman dahulu. Saat ini berubah maknanya
menjadi “Saya”. Ketika bermakna “Kamu”, WARE berkesan kasar dan
menghina.
7. KISAMA
Kata ini menarik karena istilah “SAMA” adalah Kata Sandang yang mengiringi nama orang lain dan berkesan sangat sopan. Namun KISAMA sendiri berkesan sangat negatif. Sebaiknya jangan mengucapkan kata ini karena dapat menimbulkan pertengkaran.
8. NAMA LAWAN BICARA
Cara ini merupakan cara paling sopan dan formal. Dapat kamu gunakan
pada saat-saat resmi, kepada orang yang lebih tua/ status
sosial/pekerjaannya lebih tinggi dibanding kita. Sebaliknya, saat kamu
berbicara kepada teman kamu, jangan menggunakan cara ini karena akan
terkesan membatasi/menjaga jarak.
Sama halnya bahasa Indonesia, bahasa Jepang juga
mempunyai jenis pengungkapan kata "Saya", seperti berikut ini.
1. WATASHI (私)
Kata ini sangat umum digunakan. Bebas digunakan oleh siapa saja, tidak terbatas jenis kelamin, usia dan strata sosial. WATASHI juga merupakan bahasa formal dan sopan (jika wanita yang berbicara, tidak terkesan sopan, walaupun tidak terkesan kasar juga).
Walaupun begitu jika kita menggunakan WATASHI pada teman dekat kita, maka lawan bicara kita akan merasa kita “menjaga jarak” atau terkesan terlalu basa-basi/sopan.
Dalam situasi seperti apa kita dapat menggunakan WATASHI?
Yaitu pada saat kita berbicara pada orang yang strata dalam pekerjaan
atau sosial sederajat dengan kita dan kita belum mengenal lebih jauh
tentang dia.
2. WATAKUSHI (私)
Apa bedanya dengan WATASHI? Ya, WATAKUSHI lebih formal dan lebih sopan (terkait dengan situasi, belum tentu WATAKUSHI
merupakan kata yang sangat formal). Lebih sering digunakan oleh pria.
Kata ini biasanya diucapkan oleh politisi, bangsawan, para pimpinan
perusahaan atau kalangan atas lainnya pada saat urusan resmi.
Jika kamu menggunakan kata WATAKUSHI,
kesan yang tersirat adalah kamu seorang yang dewasa, bijak, dan mampu
membawa diri dengan baik. Oleh karena itu, hati-hati dalam
penggunaannya, jika salah situasi dapat terkesan arogan.
3. BOKU (僕)
Kata yang populer digunakan oleh pria. BOKU
dapat terkesan sopan tetapi juga terkesan biasa dan ramah. Tidak dapat
digunakan pada situasi resmi karena terkesan kurang formal. Bisa dan
sering juga digunakan digunakan oleh wanita khususnya jika ingin
menunjukkan kesan tomboy. Pada lirik-lirik lagu yang dinyanyikan oleh
wanita, BOKU juga sering digunakan.
4. ORE (俺)
Kata yang digunakan hanya oleh pria. ORE bukan kata yang sopan, walaupun tidak bisa dikatakan kata yang kasar juga. Umumnya, ketika kamu menggunakan ORE
kepada lawan bicara, maka kamu mengirimkan kesan bahwa pembicaraan ini
santai, tidak resmi dan mencerminkan kedekatan personal. Bagi sebagian
pria yang ingin terkesan garang, ORE dapat diucapkan dengan menggandakan ‘R’ dan ‘E’ seperti ORRREE..
Hindari menggunakan kata ini pada saat-saat resmi atau kepada lawan
bicara yang lebih senior, termasuk kepada orang yang kamu hormati,
kecuali saat kamu ingin menunjukkan bahwa kamu sedang marah.
5. ATASHI
Kata yang hanya digunakan oleh wanita, kecuali kamu gay. ATASHI terkesan lembut, manja dan ramah. Biasa digunakan untuk menunjukkan keakraban. Biasa ditulis dengan Hiragana atau Katakana.
6. UCHI (内)
Kata yang sebenarnya bermakna: dalam, rumah saya/keluarga saya.
Mempunyai ikatan yang kuat antara dirinya dengan pihak/orang rumahnya.
Walaupun bisa digunakan oleh pria dan wanita, namun umumnya digunakan
oleh wanita. UCHI cocok diucapkan saat kamu ingin berkata secara informal dan tidak ingin terkesan intim dengan menggunakan ATASHI.
7. KOCHIRA/KOCCHI
Kata yang sebenarnya bermakna: di sini. Sama dengan UCHI, kata ini mempunyai ikatan yang kuat antara dirinya dengan pihaknya. Punya makna ambigu karena dapat bermakna: kami. KOCHIRA terkesan formal, sedangkan KOCCHI lebih terkesan informal dan lebih sering digunakan diantara teman.
8. WASHI
Adalah kata yang menjelaskan bahwa yang berkata adalah orang tua. Jika ada anak muda yang berkata WASHI maka akan terkesan konyol.
Dalam logat Kansai, biasa disingkat: WAI
9. WARE (我)
Lebih umum digunakan bentuk jamaknya yaitu: WAREWARE yang bermakna: kami. Terkesan bijaksana saat menggunakan WARE.
Punya makna ambigu juga bergantung dengan bagaimana kamu mengucapkannya
dapat bermakna: kepemilikannya atau bahkan pada masa lalu dapat
bermakna: kamu.
10. NAMA PRIBADI
Seperti dalam Bahasa Indonesia, di dalam Bahasa Jepang juga
dimungkinkan untuk mengucapkan “SAYA” dengan menyebutkan nama sendiri.
Namun karena kesan kekanak-kanakan, sebaiknya dipikirkan kembali saat
kamu memutuskan untuk menggunakannya.
Selain dari 10 kata diatas, ada juga cara lain untuk mengucapkan
“SAYA” dalam Bahasa Jepang. Namun kata-kata berikut sudah jarang/ tidak
lazim digunakan, kecuali dalam saat tertentu. Mari simak kembali
sebagai bahan pengetahuan.
11. WAGAHAI (吾輩)
Kata yang klasik biasa digunakan oleh orang tua dari kalangan atas.
12. OIRA (おいら)
Adalah cara lain untuk berkata ORE. Digunakan secara umum pada zaman Edo.
13. SESSHA (拙者)
Jika kamu berkata SESSHA, maka terkesan kamu menunjukkan bahwa diri kamu adalah pejuang. SESSHA
biasa diucapkan oleh para samurai dan ninja atau para pejuang lainnya.
Walaupun yang menggunakan adalah para pejuang, sebenarnya kata ini
mempunyai makna merendahkan diri karena arti sebenarnya adalah: orang
yg ceroboh.
14. ATAI
Kata yang hanya diucapkan oleh wanita. Singkatan dari ATASHI. Awalnya digunakan oleh para wanita penghibur di daerah Tokyo.
15. YO (余)
Sudah sangat jarang digunakan. Dahulu kala digunakan oleh pria yang
mempunyai kasta tinggi dalam status sosial. Pernah juga digunakan pada
karakter tuan besar yang berhati dingin dalam anime/manga.
16. WARAWA (妾)
Dahulu kala biasa digunakan oleh para istri samurai. Mempunyai kesan merendah diri.
17. CHIN
Kata ini hanya dan hanya boleh digunakan oleh keluarga kekaisaran.
Kesan yang ditimbulkan adalah Saya yang sangat superior dan lawan
bicara tidak berarti apapun. Oleh karena itu hanya keluarga kaisar yang
pantas menggunakannya. CHIN sudah tidak digunakan lagi saat ini.
Apakah kalian tahu jejaring sosial seperti facebook, twitter, dll?
Pasti tahu dong? Ya, Jejaring sosial tersebut sudah melekat pada setiap
aktifitas di kehidupan kita. Tetapi apakah kalian tahu dampak-dampak
dari media jejaring sosial itu? Memang mereka mempunyai manfaat bagi
kehidupan kita. Media jejaring sosial dapat digunakan untuk mempermudah
bersosialisasi dengan orang-orang yang jauh. Ya contohnya dapat
mempererat silahturahmi dengan teman lama yang kebetulan tidak punya
nomor teleponnya^^
Selain mempermudah dalam bersosialisasi, media jejaring sosial
juga mempermudah kita untuk menjalankan suatu bisnis dan mempromosikan
sesuatu barang atau jasa. Contohnya, ya kalau kita mempunyai usaha dan
ingin usaha itu cepat mendapat pelanggan, kita dapat mempromosikannya
di media jejaring sosial. Jika kita mempromosikannya di media jejaring
sosial, toh pasti akan dilihat oleh orang-orang di seluruh dunia, kan?
Dan pastinya akan dapat menambah pelanggan.
Media jejaring sosial juga mempunyai manfaat yang lain selain yang
ada di atas, yaitu dapat membantu kita mendapat informasi yang jauh
lebih luas dibandingkan mendapat informasi hanya dari media massa.
Informasi apapun bisa kita peroleh dari media jejaring sosial, baik itu
berita lokal sampai interlokal, baik berita pernikahan sampai berita
perceraian.
Eits, tetapi jangan salah! Selain mempunyai dampak positif alias
manfaat, media jejaring sosial juga memiliki dampak-dampak negatif yang
sangat mempengaruhi kehidupan kita di dunia nyata. Ya, media jejaring
sosial memang mempermudah bersosialisasi dengan orang-orang yang jauh,
tetapi dapat memperburuk bersosialisasi dengan orang-orang di sekitar
kita karena terlalu seringnya kita menggunakan jejaring sosial sebagai
media berkomunikasi. Jika sudah seperti itu, kita akan menjadi lebih
sering berkomunikasi di depan laptop, komputer atau hp dibandingkan
berkomunikasi secara langsung.
Dengan demikian, walaupun media jejaring sosial itu mempunyai
segudang manfaat, tetapi mereka juga mempunyai mudarat yang memang
mempermudah dalam berkomunikasi di dunia maya, justru memperburuk dalam
bersosialisasi dalam dunia nyata.
Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang mereka perbuat. (Quran Surat An Nur: 30).
Saudaraku, kuanggap kau sudah tahu tentang kharamnya berkhalwat (pacaran) dengan lawan jenis. Tulisan ini akan menjelaskan dampak negatif dari perbuatan tersebut. Smoga kau berusaha untuk meninggalkannya. Seperti hal-hal lain yang diharamkan dalam Islam, misalnya khomr, judi, dll. Pacaran juga memiliki dampak negatif yang tidak kalah banyaknya. Berikut beberapa dampak negatif dari pacaran:
1. Mudah terjerumus ke perzinaan
Beberapa pelaku pacaran seringkali menyangkal tentang hal ini. Kata mereka, asalkan bisa menjaga hati, InsyaAllah tidak terjadi hal itu (waaah, perbuatan munkar kok pake InsyaAllah..). cobalah simak hadits ini:
“Tercatat atas anak Adam nasibnya dari perzinaan dan dia pasti mengalaminya. Kedua mata zinanya melihat, kedua teling zinanya mendengar, lidah zinanya bicara, tangan zinanya memaksa (memegang dengan keras), kaki zinanya melangkah (berjalan) dan hati yang berhazrat dan berharap. Semua itu dibenarkan (direalisasi) oleh kelamin atau digagalkannya.” (HR Bukhari).
Padahal engkau tahu, yang namanya orang pacaran, pasti ada hal-hal yang tidak dibenarkan dalam islam: memandang lawan jenis, berpegangan tangan, berduaan di tempat sepi, berciuman, hingga….ah, tak usah disebutkan. Bahkan meski pacarannya hanya sebatas lewat telpon, SMS atau chatting pun, hal tersebut sudah bisa memicu terjadinya zina hati.
Semua larangan-larangan tadi ada dalil shahihnya. Sebagai contoh, simaklah hadits ini:
Rasulullah saw. berpesan “Janganlah engkau ikuti padangan dengan padangan berikutnya, karena untukmu adalah padangan yang pertama, sedangkan selanjutnya bukan untukmu.” (HR. Ahmad) Dan hadits yang terkenal : ”Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah tidak melakukan khalwat dengan seorang wanita yang tidak disertai oleh mahramnya karena sesungguhnya yang ketiga adalah setan.”
Tentang dampak negatif yang pertama ini tak perlu disangkal lagi. Tak terhitung lagi jumlah pemuda muslim yang benar-benar terjerumus dalam perzinaan—yang diawali dari aktivitas pacaran. Kalau sudah berzina, berarti ia telah melakukan dosa besar yang akan menyebabkan dampak-dampak buruk lainnya—baik yang ia rasakan di dunia maupun di akhirat.
2. Melemahkan Iman
Orang yang pacaran cenderung meletakkan rasa cinta kepada kekasihnya di atas rasa cinta kepada Sang Pencipta. Tak perlu mengelak ataupun mengiyakan, sebab pernyataan ini bisa dibuktikan dengan kualitas ibadah seseorang. Jika kualitas ibadah seseorang menurun setelah mengalami jatuh cinta, itu artinya porsi kecintaannya kepada Allah berkurang. Ia jadi jarang ke Masjid, jarang membaca Al Quran, meninggalkan shalat sunnah, bahkan beberapa hafalannya hilang, serta banyak ibadah lain yang terlewatkan.
3. ‘melatih’ kemunafikan
Orang yang berpacaran itu seringkali menipu, berusaha agar pasangannya yakin bahwa ialah yang terbaik. Memang tidak semua.. tapi umumnya begitu. Ia akan menampakkan hal-hal yang baik di depan kekasihnya. Adapun hal-hal yang buruk sebagian besar ia sembunyikan. Sebagian orang ada yang sengaja menunjukkan beberapa keburukannya kepada kekasihnya sekedar untuk meraih simpati, mencari kesamaan, mendapatkan pemakluman, atau sebagai bumbu-bumbu romantisme belaka. Namun tidak jarang orang yang berpacaran mengatakan sesuatu yang sebenarnya bertentangan dengan hati kecilnya.
4. Menjadikan panjang angan-angan.
Orang yang sedang jatuh cinta—pacaran—seringkali teringat dengan orang yang dicintainya itu. Lalu ia memikirkan sesuatu, berandai-andai setiap waktu—tentang apa yang akan dilakukan nanti saat bertemu, tentang apa yang akan diberikan saat itu, tentang kata-kata yang akan diucapkan sebagai bumbu, dan masih banyak lagi. Padahal ummat Islam dilarang berpanjang angan-angan.
5. Mengurangi produktivitas
Jika tidak pacaran, seorang siswa tentunya bisa melakukan aktivitas lain yang lebih produktif; misal membuat karya seni, menulis artikel, cerpen, puisi, karya tulis, mengerjakan PR, atau yang lainnya. Namun seringkali produktivitasnya turun lantaran ia berpacaran.
6. Menjadikan hidup boros
orang yang pacaran akan selalu berkorban untuk pacarnya. Bahkan uang yang seharusnya untuk ditabung bisa habis untuk bersenang-senang: membelikan hadiah pacarnya, membeli pulsa, mentraktir, nonton Film, dan yang lainnya.
7. Akan melemahkan daya kretaifitas dan menyulitkan konsentrasi, karena pikiran mereka hanya tertuju kepada pacarnya
8. Akan menyebabkan terlambatnya studi. Banyak fakta yang menyebutkan bahwa menurunnya prosentase kelulusan para pelajar adalah akibat pacaran, mereka jarang belajar, karena jalan-jalan terus dengan pacarnya, tidak pernah beli buku (karena uangnya habis untuk berenang-senang).
9. Terjadinya pertengkaran dan pembunuhan, hanya karena rebutan pacar.
10. Tidak setia dengan pasangannya jika sudah menikah, karena masing-masing ingat dengan pacarnya yang lama, dan selalu membanding-bandingkan antara suami/ istrinya yang syah dengan pacarnya yang lama.
dan masih banyak lagi dampak-dampak negatif dari pacaran...
“Barang siapa yang jatuh cinta, lalu tetap menjaga kesucian dirinnya, menyembunyikan rasa cintanya dan bersabar hingga mati maka dia mati syahid.”
Sungguh sangat beruntung orang yang mencintai dengan kesucian diri dan berlindung dari godaan syatan yang terkutuk. Tentunnya orang yang menjaga cintannya yang suci hingga ia meninggal dunia. Rasullulah SAW juga berpesan;
“Cintailah sesuatu itu dengan biasa-biasa saja, karena boleh jadi suatu saat nanti dia akan menjadi sesuatu yang kamu benci, dan bencilah sesuatu yang tidak kamu ketahui dengan biasa-biasa saja, karena boleh jadi suatu saat nanti dia akan menjadi sesuatu yang kamu cintai (H.R. Bukhari, Abu Daud, Tirmizi, dan Ibnu Majah, dari Abu Hurairah)
Ada beberapa cara untuk memanggil orang lain dalam Bahasa Jepang. Cara memanggil tersebut dipengaruhi tingkat kedekatan/keakraban dengan lawan bicara, faktor usia, kedudukan dalam suatu organisasi, dan senioritas.
Secara umum ada beberapa kata yang bisa ditambahkan di belakang nama seseorang.
1. -San
Bisa diartikan Saudari, Saudari, Bapak, Ibu, Tuan, Nyonya, Nona dsb. Kita bisa menambahkan -san pada nama orang lain baik laki-laki maupun perempuan untuk memberi kesan kita menghormati dia. INDAH-san = saudara INDAH, YAMADA-san = tuan YAMADA dsb.
2. -Sama
Lebih tinggi dan lebih sopan daripada -san. Dipakai untuk menyebut kaisar, raja, Tuhan dan orang-orang yang sangat dihormati. Oosama = raja, Kamisama = Tuhan, SUHARTO-sama = Bapak Suharto dsb.
3. -Kun
Digunakan untuk memanggil orang yang sudah sangat akrab dengan kita (khusus jika yang kita panggil adalah laki-laki), bisa juga untuk memanggil anak laki-laki yang lebih muda dari kita. Di Jepang, -kun biasa digunakan dibelakang NAMAE (given name, nama diri sendiri), bukan dibelakang MYOUJI (atau family name / nama keluarga) (walaupun ada juga yang pake MYOUJI + kun tapi dikit banget). Kalau namanya TEPPEI KOIKE, maka kita bisa manggil dia KOIKE-san atau TEPPEI-san, atau kalau sudah akrab bisa manggil pakai TEPPEI-kun. Jangan sembarangan pakai -kun ke orang yang belum akrab ya. Bukannya apa-apa, daripada dapat tamparan lebih baik kan manggil dengan yang lebih sopan, hehehe.
4. -Chan
-Chan biasa dipakai di belakang NAMAE. Digunakan untuk memanggil anak kecil dan mempunyai kesan yang dipanggil tuh masih imut-imut. Pernah dengar kan, Shin-chan, Maruku-chan dsb. Selain itu ketika orang Jepang manggil cowok atau ceweknya biasa juga pake -chan. Kalo namanya tetsuya bisa disingkat jadi Tet-chan artinya kira-kira Tetsu sayang, gitu hehehehe ^_^
Selain menambahkan beberapa kata di atas di belakang nama orang lain, bisa juga kita manggil orang lain pake nama jabatannya. Yang paling sering dipake antara lain:
1. -Shachou
Artinya direktur perusahaan.
2. -Buchou
Berarti manager / kepala bagian. Bisa juga kita nambahkan Myouji-nya di depan. Kalo yang belajar pake Minna no Nihongo pasti ga asing dengan nama Matsumoto-Buchou.
3. -Sensei
Di depannya bisa kita tambahkan nama, atau langsung menyebut dengan -sensei saja. Selain untuk memanggil guru atau dosen kita, kata sensei juga dipakai untuk memanggil orang yang telah mengajari kita sesuatu pengetahuan baru, apa saja (jadi, panggil saya Farouq-sensei ya ^_^”) Sensei juga dipakai untuk memanggil dokter, pengacara, komikus, dan orang-orang yang dianggap sangat kompeten di bidangnya.
4. -Senpai
Artinya senior. Orang Jepang sangat menjunjung senioritas baik di sekolah, tempat kerja maupun organisasi lain. Makanya banyak anak sekolah yang tunduk dan ga berani macem-macem sama seniornya (bahkan sampai ada kekerasan dan pelecehan yang ga terungkap cuma karena takut sama seniornya lho, dan kasus kayak gitu ga cuma satu dua +_+). Sama seperti -Sensei kata -Senpai bisa langsung digunakan, atau menambahkan nama di depannya.
Ada lagi cara memanggil orang lain menggunakan jenis pekerjaan / bidangnya + san, contohnya:
1. Taiko-san
Untuk memanggil orang yang suka main taiko / drum Jepang.
2. Shachou-san
Untuk memanggil pimpinan perusahaan kita.
3. Omawari-san
Untuk memanggil orang yang suka berputar-putar, hehehe, kalau disini maksudnya polisi (kan suka patroli ya ^^).
4. Konpyuutaa-san
Untuk memanggil orang yang kerja di bagian komputer, dsb.
Jya, koukousei-san tachi ^_^ kyou wa korede owarimashou.
Sebenarnya sih saya ga ada niatan buat blog ttg kelinci tp krn ada teman saya yg sedih krn kelincinya mati padahal baru dibeli 1 minggu sebelumnya. Jadinya, saya akan memberitahukan tips-tips memelihara kelinci untuk pemula, dan tips-tipsnya adalah sebagai berikut:
1. Jangan membeli kelinci anakan di bawah umur 2 bulan. Itu akan mengakibatkan kelinci mudah mati karena kekebalan tubuhnya rentan.
2. Kelinci di petshop atau pinggir jalan sering dikatakan umur 1 bulan, bahkan ada yang bilang 2 bulan. Kita tidak tahu betul akan hal itu sebab kita tidak menerima kalender kelahiran. Para pedagang sering berbohong dengan mengatakan kelinci umur 1 bulan, padahal kecil-kecil, biasanya baru umur 20-25 hari. Kalau 2 bulan saja tidak diperbolehkan dibeli, maka 1 bulan jelas lebih gawat.
3. Kelinci di bawah umur 3 bulan sangat rawan dibawa pergi jauh melewati 100 km perjalanan.
4. Jangan percaya kelinci tidak boleh dikasih air minum. Semua makhluk hidup butuh air minum, terlebih kelinci anakan yang baru saja dipisahkan dari induknya.
5. Jangan percaya bahwa kelinci kebutuhan air minumnya cukup dari rumput. Itu kacau, sebab rumput layu kadar airnya sangat minim sementara kebutuhan untuk melancarkan pencernaan dengan air dan kebutuhan kencing sangat banyak. Air putih matang atau mentah sangat dibutuhkan kelinci.
6. Kangkung bukan pakan terbaik. Setiap pohon berjenis berbambu berpotensi menyimpan gas. Jangan terkecoh pada kesukaan kelinci. Kelinci suka kangkung karena lapar dan tidak ada pakan lain. Kalau sudah lapar apapun jadi.
7. Kangkung dan kubis menyimpan potensi gas yang tinggi dan mengakibatkan air kencing bau (amoniak).
8. Jangan percaya bahwa musim hujan banyak mengakibatkan kematian. Bukan soal musim hujannya, tetapi kelembabab dan kebersihan yang jadi masalah. Kalau bisa ditangani secara baik dijamin tidak akan banyak kematian.
9. Pakan kelinci adalah rumput. Anak kelinci di bawah 3 bulan lebih cocok rumput ketimbang pelet. Pemberian pelet (atau pakan padat lain) seperti ampas tahu atau bekatul boleh tetapi hanya sedikit. Baru setelah umur 2,5 bulan boleh lebih banyak (sekitar 50 gram) sedang kelinci di atas 3 bulan bisa 100gram per hari. Kelinci anak lebih cocok rumput karena sistem pencernaannya masih labil. Kalau banyak pelet jadi berat, terlebih jika tidak diberi air minum.
10. Penyebab kudis/budugen hanya satu sebab, yakni karena kandang jorok. Kuku kelinci yang sering menginjak kotoran biasanya menularkan penyakit kudis itu ke telinga. Solusi kebersihan sebagai syarat mutlak. Kaki/kuku kelinci perlu dibersihkan dengan air hangat supaya kuman/kutu pada mati. Kalau perlu dipotong kukunya biar lebih aman.
11. Wortel (bersih) sangat baik bagi Kelinci Anakan maupun kelinci dewasa. Gizi wortel tinggi sehingga anakan kelinci pun sangat perlu memakan wortel. Hindari wortel kotor dan busuk sebab bisa jadi penyakit pencernaan.
12. Jangan percaya bahwa kelinci anakan bisa dibawa pergi jauh. Itu akan membuat celaka sebab kelinci anakan di bawah 2 bulan masih sangat rawan stres. Stres mengakibatkan pencernaan terganggu, terlebih jika kurang air minum dan kurang serat (rumput).
13. Jangan percaya air membuat kelinci mati. Itu teori bodoh. Bukan airnya yang membuat mati, melainkan karena penyakit. Penyakit kelinci yang ditimbulkan oleh bateri, protozoa atau kuman bisa muncul dari mana saja. Termasuk air. Pastikan air itu bersih. Kalau kena kotoran segera ganti yang bersih.
14. Jangan percaya setiap jenis kelinci yang dijual umum itu keturunan ras murni. Kita tidak tahu soal kawin silang. Pada umur 1 bulan kelinci bisa jadi nampak murni, tetapi pada dewasa kelak jenisnya jadi aneh-aneh. Biasanya sudah terjadi perkawinan silang. Kalau mau dapat bibit yang baik sesuai keinginan mesti melihat induknya langsung.
15. Jangan membawa kelinci di perjalanan dengan kardus sebab kardus menimbulkan panas dan sumpek. Banyak kejadian kelinci pada mati. Kalaupun hidup hanya beberapa hari selanjutnya mati karena pengaruh banyak hal, seperti stress dipisah dari induk, perjalanan jauh, dehidrasi (kekurangan air) atau stres karena kepadatan kelinci.